Slide

Rabu, 03 Juli 2013

Seni Sebagai Perekat Keutuhan Bangsa yang Berbhineka

· Seni Sebagai Identitas dan Perekat Bangsa Identitas adalah ciri-ciri yang dimiliki oleh seseorang, kelompok, lembaga atau bangsa lainnya, dengan adanya ciri-ciri yang berbeda itu maka akan muncul kekhasan serta keunikan tersendiri sehingga akan mampu memberikan kebanggaan bagi pemiliknya. Salah satu peluang untuk menyatakan identitas-diri ini adalah melalui kegiatan seni. Kegiatan seni dianggap potensial oleh karena mampu mengekpresikan identitas-diri kelompok secara alamiah. Melalui seni, simbol budaya, mitos, keyakinan, dan harapan dari suatu kelompok dapat dinyatakan secara efektif dan otentik. Seni sebagai pemberi identitas maksudnya adalah melalui kekayaan seni budaya Indonesia kita mampu menunjukkan jati diri bangsa Indonesia di tengah budaya global. Indonesia memiliki berbagai suku dengan sejarah dan latar belakang budaya yang sangat beragam. Hal tersebut tercermin pula dari keragaman bentuk dan sifat kesenian yang muncul serta dapat kita warisi hingga saat ini. Sebagai ekspresi dari masyarakat pendukungnya, kesenian mengandung nilai-nilai luhur budaya bangsa yang tidak ternilai harganya. Kekayaan seni budaya Nusantara telah mampu memberikan kita sebuah kebanggaan sebagai suatu bangsa yang berbudaya tinggi. Namun beberapa dekade terakhir ini berbagai krisis yang menimpa bangsa Indonesia sungguh sangat memprihatinkan kita. Berita-berita tentang semakin merosotnya nilai kebangsaan, persatuan dan kebersamaan hampir setiap hari disuguhkan oleh media cetak maupun elektronik. Masalah itu masih ditambah lagi dengan semakin merosotnya nilai etika dan moral, arogansi, pengalahgunaan obat-obat terlarang, tawuran, terorisme, dan masih banyak lagi yang lainnya. Kenyataan ini membuat kita bertanya-tanya sudah sedemikian rapuhkah rasa persatuan dan kesatuan serta mentalitas anak bangsa kita? Sekiranya memang benar demikian adanya. Bagaimanakah caranya merekat? Dalam situasi seperti ini, seni dapat dipergunakan sebagai salah satu perekat. Untuk itu potensi seni budaya kita perlu dioptimalkan, terus dipertahankan dan dikembangkan secara kreatif, sehingga dapat menumbuhkan rasa solidaritas baik sesama bangsa Indonesia maupun dengan bangsa lainnya didunia. Melalui Sekaa, Sanggar, Banjar, Sekolah, dan aktivitas seni budaya seperti Pesta Kesenian, Pesta Seni Remaja, Festival Seni, Gelar Seni, dapat dipergunakan untuk menanamkan nilai budaya bangsa. Dengan penanaman nilai tersebut lewat seni, maka akan dapat memberikan landasan serta dapat dipergunakan untuk beraktivitas secara positif. Sebagai salah satu contoh (dalam paper Rai, 2005) dikemukakan sebuah even daerah yang kini sudah menjadi even Nasional dan Internasional yaitu Pesta Kesenian Bali (PKB). Pesta Kesenian yang merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Bali mulai dilaksanakan pada tahun 1978 atas gagasan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra (alm), Gubernur Bali pada waktu itu. Ada lima jenis kegiatan yang dilaksanakan dalam PKB yaitu: pawai pembukaan, pagelaran, pameran, lomba, dan sarasehan, PKB dilaksanakan sekitar satu bulan penuh mulai pertengahan Juni hingga pertengahan Juli. Tahun ini pelaksanaan Pesta Kesenian Bali sudah memasuki tahun yang ke-31. Salah satu aspek yang perlu dikemukakan di sini adalah bagaimana antusiasme masyarakat Bali khususnya (tua, muda, anak-anak) dalam mempersiapkan diri guna bisa berpartisipasi dalam PKB yang dipusatkan di Taman Budaya Denpasar (dan disebar ke beberapa daerah Kabupaten/Kota). Persiapan berupa latihan-latihan kesenian baik kesenian tradisi maupun modern dilakukan berbulan-bulan lamanya. Setelah waktunya tiba, maka kegiatannya akan dimulai dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, dan terakhir yang terpilih sebagai unggulan kabupaten/kota akan tampil di Denpasar. Apabila diamati yang terpenting di sini bukanlah semata-mata produk akhirnya, melainkan proses yang telah dilalui mulai dari perencanaan, latihan, hingga terwujudnya suatu bentuk kesenian yang diinginkan. Dalam proses seperti ini telah terjadi, tidak saja kemampuan berupa keterampilan teknis, melainkan juga adanya penanaman nilai-nilai budaya, pencarian identitas, sekaligus merekatkan seniman, masyarakat, pemerintah, dan unsur-unsur terkait lainnya, di mana hasilnya akan dapat dijadikan sebuah kebanggaan. Sesuai dengan kenyataan yang ada, telah terbukti pula bahwa melalui kegiatan kesenian seperti ini telah memberikan dampak yang positif. Misalnya saja anak-anak muda di beberapa desa atau tempat di Bali yang sebelumnya sering membuat ulah hingga cukup memusingkan keluarga maupun masyarakat, akhirnya dengan bangga mampu menampilkan kebolehannya di atas pentas guna mempertaruhkan nama desa serta kabupatennya di arena PKB. Mereka telah memiliki predikat baru yaitu dari anak jalanan ke anak panggung. Yang patut dicatat pula bahwa dari kenyataan yang ada, grup atau sekaa yang tampil di PKB itu bukanlah seniman Bali saja, melainkan juga seniman dari beberapa daerah di Indonesia maupun seniman mancanegara. Para seniman kita yang sudah pernah tampil di PKB di antaranya berasal dan Sumatera Barat, Aceh, Lampung, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, NTT, Maluku, Sulawesi, Papua, Kalimantan, dan seniman dan daerah lainnya di Indonesia. Para seniman mancanegara yang sudah pernah tampil di PKB, seperti Grup dan Jepang, Ameriika Serikat, Eropa, Australia, India, Korea, Singapura, dan lain-lainnya, selain telah dapat memperkenalkan keunikan kesenian negaranya masing-masing, juga telah mampu mempertunjukkan kebolehannya membawakan kesenian Indonesia baik yang tradisional maupun modern. Grup kesenian, seperti Gamelan Sekar Jaya dari Amerika Serikat, Sekar Jepun dan Yamashiro Gumi dari Jepang merupakan beberapa contoh yang dimaksud. Lewat ajang seperti ini tentu akan terjadi interaksi yang positif antara sesarma seniman Indonesia maupun antara seniman Indonesia dengan rekan kita dan luar negeri. 1. Salah satu contoh lagi yang perlu dikemukakan di sini adalah apa yang pernah dialami Bapak Prof. Dr Wayan Rai S, MA (sekarang Rektor ISI Denpasar), ketika mengikuti Cherry Blossom Festival di Washington DC, Amerika Serikat pada tahun 1996 pada waktu itu Indonesia melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia Washington DC, terpilih sebagai salah satu peserta. Setelah melalui penilaian yang sangat ketat, panitia menyatakan berhak mengikuti Festival Internasional yang sangat bergengsi itu, maka persiapan pun dilakukan oleh pihak KBRI yang koordinator serta pelatihnya pada waktu itu adalah Bapak I Gusti Agung Ngurah Supartha, SST, dari KBRI Washington DC. Setelah perencanaan dibuat secara matang dan disetujui oleh panitia festival, maka dikumpulkanlah semua masyarakat Indonesia yang ada disekitar Washington DC baik itu siswa, mahasiswa, pegawai maupun yang lainnya. Pada saat pertemuan pertama diadakan di salah satu ruang latihan di komplek KBRI berbagai komentar saya dengar: tugasku opo? Wong aku tak pernah nari kok. Yang lain menimpali: aduh & don’t worry & pakai aja pakaian tari itu (sambil menunjuk ke pakaian tari yang tergantung disebelahnya) nggak ada orang tahu kok. Ada juga yang berkata: aku sudah latihan tari Jawa sejak kemarin, akhirnya pernah juga aku belajar tarian Indonesia di Amerika, & malu diikalahkan sama bule. Singkat cerita, melalui kegiatan seperti ini kita bisa saling kenal dan dapat bertukar pikiran serta pengalaman dengan sesama orang Indonesia di Washington DC. Pada waktu hari H, terlihat rekan-rekan kita dengan sangat bangga menunjukkan Bhinneka Tunggal Ika melalui busana dan berbagai bentuk kesenian dari Sabang sampai Merauke. Para penonton pun tampak kagum akan kekayaan seni budaya kita. Ketika salah seorang dan penonton bertanya where are you from? tanpa dikomando rekan-rekan kita menjawab INDONESIA....... · Apresiasi Pertahankan Seni Budaya Sebagai Identitas Bangsa Seni dan Budaya yang ada di Indonesia khususnya di Kabupaten Sinjai merupakan ciri dan identitas bangsa Indonesia, keberagaman kesenian yang ada menjadi aset yang perlu kita lestarikan dan dikembangkan. Bangsa Indonesia dari sabang sampai marauke dikenal telah memiliki berbagai suku, etnis dan adat istiadat, tiap suku dan etnis memiliki budaya sebagai identitas adat masing-masing daerah, namun tetap hidup dan berkembang dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan semboyan Bhenneka Tunggal Ika. Kesemua seni budaya yang ada adalah milik bangsa Indonesia sekaligus merupakan kekayaan yang sangat berharga. Demikian di sampaikan Kepala Dinas Komunikasi Informatika, Kebudayaan dan Kepariwisataan Kabupaten Sinjai H. Ahmad Suhaemi saat membuka secara resmi pagelaran seni lomba kreativitas seni putih abu-abu 2012, Jumat (11/5) bertempat di Benteng Balangnipa Sinjai. Dikatakan, dewasa ini, fenomena yang tengah melanda generasi muda bangsa adalah tantangan untuk melakukan filterisasi terhadap dampak globalisasi. Globalisasi membawa arus nilai budaya eksternal yang mencoba masuk ke dalam khazanah nilai budaya ke-Indonesiaan. Dengan kegiatan ini tentunya diharapkan bahwa melalui pagelaran seni setidaknya para pelajar mampu memahami jika memang seni itu sebagai identitas bangsa Indonesia harus dipertahankan, salah satunya dengan cara meningkatkan minat pemuda terhadap seni dan budaya. Selain itu pula masyarakat Indonesia adalah merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku, ras, dan kebudayaan yang dimiliki. Untuk itu budaya dan seni yang merupakan keanekaragaman budaya harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sebab di era globalisasi ini perkembangan IPTEK tentu akan dapat mengancam pelestarian nilai-nilai seni budaya kita dan hal ini kita tidak dapat pungkiri akan terjadi jika kita tidak berusaha memepertahankan nilai-nilai seni kebudayaan kita. ”Untuk itu saya menghimbau kepada para pelajar selaku generasi muda untuk wajib mempertahankan seni budaya yang dilahirkan oleh nenek moyang kita. Karena hal tersebut dapat merupakan identitas bangsa, sekaligus membentuk mentalitas serta menjadi pembeda dari bangsa-bangsa lain,” pinta Kadis Kominfobudpar, H Ahmad Suhaemi. Sementara Ketua Panitia Pelaksana pagelaran Ari Asfari menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 17 Sekolah SMA yang tersebar di sembilan kecamatan se Kabupaten Sinjai.”Pelaksanaan pagelaran ini tidak terlepas dari dukungan diskominfobudpar Sinjai, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga serta didukung oleh Komunitas Pencinta Sepeda lama Sinjai (Pedals) dan Byonic Sinjai,” katanya. Ari juga menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tiap tahun yang dilaksanakan oleh Forum OSIS SMA/sederajat Se-Kabupaten Sinjai dan Sanggar Seni Tana’ Masseddi DIskominfobudpar Sinjai. “Lomba kreasi seni ini direncanakan berlangsung selama tiga hari dimulai 11 hingga 13 Mei 2012 mendatang. Ada sekira tujuh jenis lomba yang kana di tampilkan yakni, Lomba tari kreasi tradisional, vocal grup, nyanyi solo, lomba teater, Osong, melukis dan pameran hasil karya seni,” jelasnya. · Seni Sebagai Pengembangan Fisik dan Persepsi Pengembangan Fisik. Dalam kegiatan work shop, kemampuan peserta didik dapat dikembangkan melalui kemampuan praktik dan teknik seni. Ungkapan seni memberi pemahaman secara utuh bahwa kekuatan fisik merupakan sumber kualitas dalam pengungkapan ekspresi gerak tari. Kemampuan motorik (kasar dan halus) terpadu sesuai dengan kehendaknya. Pada dasarnya kemampuan motorik untuk melakukan gerakan secara fisik dari peserta didik dilatih untuk memahami segmen tubuh sebagai bahan ekspresi atau kekuatan fisik. Tubuh sebagai bahan perlu dipahami karakteristiknya serta kekuatan-kekuatan sinergi yang mempunyai sifat dan kekuatan dinamik. Pengembangan motorik peserta didik juga dilatih mengolah kemampuan koordinasi ke dalam gerak motorik dengan sensibilitas secara total (penglihatan, pendengaran, dan kepekaan rasa) dalam rangkaian peristiwa atau karakter yang akan diungkapkan terwujud keterpaduan dan dari masing-masing unsur seni yang menjadi satu kesatuan (gerak tari, iringan, ekspresi/karakter, busana, lighting/pencahayaan) dan lain-lain. Perlu dipahami bahwa dalam proses pendidikan seni seluruh segmen kepekaan indra dapat difungsikan. Untuk melaksanakan pendidikan seni dapat pula dilakukan kegiatan mengukur, menganalisis dan mensintesis melalui kemampuan berfikir. Hal yang perlu direnungkan kembali melalui pendidikan seni adalah bagaimana untuk mengantisipasi memotivasi tentang: pengembangan emosional anak, dan pengembangan sikap sosial anak. Pengembangan Persepsi. Kegiatan berolah seni dapat mengembangkan kemampuan sensorik peserta didik dalam menanggapi pengalaman kehidupan melalui indranya, sehingga kepekaan indra peserta didik dapat berkembang dengan baik, kepekaan anak terlatih dan merupakan modal yang penting untuk kegiatan belajar. Dengan ketajaman persepsi, anak akan mampu menangkap atau merespon gejala-gejala peristiwa yang terjadi atau yang dihadapi saat itu, ditangkap dan dicermati dengan totalitas jiwanya. Oleh karena, itu kemampuan pengetahuan persepsi ini merupakan dasar bagi peserta didik dalam pengembangan ilmu pengetahuan. Maka melalui kegiatan seni akan termotivasi tentang peningkatan kemampuan daya serap anak dalam kegiatan belajar. Baca selengkapnya »

Indonesia Harus Rebut Kembali Predikat ‘Macan Asia’

JAKARTA- Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta pengusaha Indonesia agar merebut kembali predikat ‘Macan Asia’ yang dahulu pernah disandang Indonesia. Salah satu masalah yang harus segera diselesaikan Indonesia adalah meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), agar mampu bersaing di tingkat kawasan.”Mau menjadi macan kandang atau mau menjadi Macan Asia?” tanya Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pembukaan acara Indonesia Young Leaders Forum 2013 yang digelar Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, Kamis (18/4). Seperti diketahui, predikat sebagai Macan Asia pernah disandang Indonesia berkat pertumbuhan ekonominya yang sangat tinggi. Disaat ekonomi sejumlah negara Asia melandai, Indonesia justru mencatat pertumbuhan ekonomi dengan kisaran 6-7 pesen. Menurut SBY, ketangguhan pengusaha muda membangun usaha dan berkompetisi menjadi kunci utama Indonesia bisa maju. Apalagi sebentar lagi, ASEAN akan menjadi salah satu kawasan ekonomi, dimana persaingan menjadi poin utama agar bisa bertahan dalam membangun bisnis.”Untuk menjadi Macan Asia maka saatnya berbenah diri. Karena itu, perlu memperkuat sinergi para pengusaha untuk menyelesaikan sejumlah tantangan menuju ASEAN Economic Community (AEC) 2015 ,” jelas dia. Selain itu, lanjut Presiden, terkait dengan peningkatan kemampuan industri dalam mengolah sumber daya alam (SDA) yang memiliki nilai tambah. “Kalau (bahan mentah) tidak diubah menjadi bernilai tambah oleh industri, maka dipastikan sumber daya alam kita akan segera habis,” ujar SBY. Persiapan lainnya, terang SBY, ada pada hal-hal yang menyangkut distribusi logistik nasional. Terhambatnya penyaluran logistik, kata dia, bisa menyebabkan mahalnya harga produk, maka hal ini harus disikapi dengan pembenahan infrastruktur. “Terakhir adalah iklim investasi dan kemudian eksternalisasi yang harus diperbaiki, seperti perbankan yang masih dinilai kalah efisien dibandingkan denga negara-negara ASEAN lain,” kata SBY.

PENDIDIKAN MASA DEPAN, KONSEP DAN TANTANGAN

Dalam kehidupan bernegara, kualitas sebuah bangsa akan ditentukan oleh kualitas sumber daya manusianya. Semakin tinggi kualitas sumber daya manusia suatu bangsa, maka akan semakin tinggi pula kualitas bangsa yang bersangkutan. Disamping secara langsung maupun tidak langsung akan berimplikasi positif terhadap kelangsungan hidup bangsa tersebut dalam percaturan antar bangsa di dunia. Dengan demikian, pelaksanaan program pendidikan dalam rangka peningkatan mutu sumber daya manusia menjadi tuntutan yang tidak bisa di tawar-tawar. Seiring dengan dimasukinya era globalisasi di abad 21, pendidikan semakin urgen dalam rangka menghadapi tuntutan zaman yang penuh persaingan di semua aspek bidang kehidupan. Sekarang ini hampir tidak ada celah bagi bangsa yang kualitas sumber saya manusianya rendah untuk dapat maju dan berkembang. Sebaliknya justru bangsa tersebut secara perlahan tapi pasti akan tenggelam dari peta percaturan dunia, seberapapun besarnya jumlah penduduk dan luas yang dimilikinya. Menghadapi kenyataan di atas, sekaligus sebagai respon terhadap lamban dan kurang dinamisnya pendidikan di Indonesia, maka upaya peningkatan kualitas dan relevansi pendidikan nasional dimasa harus dijadikan agenda utama disamping perbaikan manajemen dan pemerataan pendidikan. Pendidikan yang Ber-nilai Tanpa mengurangi arti hasil-hasil pendidikan yang telah dicapai selama ini dan juga program yang telah, sedang dan terus dilaksanakan, pendidikan nasional Indonesia ke depan, harus menggunakan konsep kebermaknaan dalam setiap kegiatan pembelajarannya, atau dalam istilah singkatnya pendidikan yang ber-nilai. Artinya, pendidikan jangan lagi difungsikan sebagai formalitas kegiatan pemerintah yang menghabiskan dana trilyunan rupiah, tetapi betul-betul harus mampu memberikan value (nilai) bagi peserta didik sehingga mereka mampu hidup secara dinamis di masyarakat, mampu beradaptasi, dan terbebas dari rasa ketergantungan terhadap orang lain karena ilmu yang diperoleh mampu menopang perjuangannya untuk mencapai penghidupan yang layak. Untuk dapat memberikan nilai yang lebih pada pendidikan kita, secara teknis upaya pembelajaran yang ofensif dan pro aktif (offensive learning) menjadi tuntutan mutlak. Prinsipnya, proses pembelajaran tidak dikendalikan oleh guru, tetapi dikendalikan oleh peserta didik/pembelajar. Apa yang harus diajarkan, bilamana diajarkan, dan bagaimana harus diajarkan semuanya ditentukan oleh pembelajar. Pola pikir yang mendasarinya adalah pendidikan baik formal maupun non formal tidak lagi terpisah dengan dunis bisnis, perdagangan dan politik yang notabene merupakan realita kehidupan sehari-hari. Dengan konsep pembelajaran yang ber-nilai, kompetensi yang berbasis kecakapan hidup (life skill) menjadi tujuan pembelajaran yang terpenting. Siswa diharapkan tidak hanya mampu mempelajari ilmu pengetahuan, teknologi, dan informasi sebatas teori, tetapi betul-betul menjadi keterampilan hidup yang dapat dijadikan bekal untuk hidup secara bermakna bagi semua peserta didik. Jadi paradigma pendidikan masa depan harus diubah dari sekolah untuk mendapatkan ijazah atau keterangan lulus, menjadi sekolah untuk mendapatkan ilmu sebagai bekal hidup. Dengan demikian, di masa-masa mendatang tidak akan terdengar lagi lulusan sekolah yang menganggur karena tidak mendapatkan pekerjaan, sebab mereka akan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, bahkan untuk orang lain. Sekolah di masa depan ibaratnya seperti orang “magang”. Jadi ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh di sekolah langsung bisa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari. Hanya saja, agar dapat memberikan pendidikan yang ber-nilai bagi peserta didik dibutuhkan paling tidak 3 konmponen yang berkualitas dan saling menunjang, yaitu guru, kurikulum dan sarana prasarana belajar. Harus diakui, guru adalah komponen terpenting dalam upaya pencapaian pendidikan yang ber-nilai. Karena siapapun pasti sependapat bahwa guru merupakan unsur utama dalam keseluruhan proses pendidikan, khususnya di tingkat institusional dan instruksional. Tanpa guru, pendidikan hanya akan menjadi slogan muluk karena segala bentuk kebijakan dan program pada akhirnya akan ditentukan oleh kinerja guru. Oleh karena itu, supaya pendidikan menjadi ber-nilai, maka guru yang bertanggung jawab terhadap berhasil tidaknya pendidikan haruslah guru yang betul-betul profesional dan memiliki nilai plus. Profesional ditandai dengan keahlian, tanggung jawab dan rasa kesejawatan yang tinggi serta didukung oleh etika profesi yang kuat. Sedangkan nilai plus ditandai dengan wawasan pengetahuan dan atau pengalaman yang luas dalam bidang bisnis, perdagangan dan menyiasati hidup. Tanpa guru yang profesional dan memiliki nilai plus, proses pembelajaran di sekolah tidak akan berjalan optimal dan hanya akan berhenti sebatas teori. Akibatnya tujuan pendidikan agar ber-nilai bagi peserta didik tidak akan pernah tercapai. Kurikulum, juga merupakan komponen yang tidak kalah pentingnya untuk mencapai pendidikan yang ber-nilai. Karena kurikulum tidak saja menentukan arah dan tujuan pendidikan yang ingin dicapai, tetapi secara teknis kurikulum juga menjadi acuan pelaksanaan program pembelajaran di sekolah. Program pembelajaran yang dimaksud adalah Program Tahunan, Program Semester, maupun program yang digunakan sebagai pedoman dalam pelaksanaan pembelajaran yang dikenal dengan nama Satuan Pembelajaran dan Rencana Pembelajaran. Kurikulum yang mendukung pendidikan yang ber-nilai adalah kurikulum yang memberikan akses seluas-luasnya pada peserta didik untuk mengembangkan kecakapan hidup sesuai potensinya. Untuk itu setiap poin kegiatan pembelajaran yang tercantum dalam kurikulum secara jelas dan tegas hendaknya mencantumkan kemampuan riil yang dimiliki peserta didik yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara sarana prasarana pendidikan merupakan komponen penunjang yang tidak dapat diabaikan dalam pencapaian pendidikan yang ber-nilai. Kuantitas dan kualitas sarana prasarana pendidikan, akan sangat menentukan keberhasilan program pembelajaran di sekolah. Hal ini bisa dipahami karena sarana prasarana pendidikan merupakan pendukung langsung terselenggaranya kegiatan pembelajaran. Termasuk dalam sarana prasarana pendidikan ini adalah alat pembelajaran (buku dan alat tulis), alat peraga, media pendidikan, gedung, meubeler (meja, kursi, dll), jalan menuju sekolah, asrama, dan sebagainya.
Tantangan Pendidikan yang ber-nilai di masa depan adalah konsep pendidikan yang diyakini dapat mengatasi berbagai persoalan yang berkaitan dengan kesulitan mencari kerja pasca sekolah atau berkaitan dengan kompleksnya permasalahan pendidikan selama ini. Namun untuk menjadikan pendidikan lebih bernilai bagi peserta didik, kita dihadapkan pada sejumlah tantangan dan permasalahan sebagai berikut : Pertama, rendahnya kualitas guru. Kebanyakan guru di negeri kita belum memiliki profesionalisme yang memadai karena berbagai keterbatasan yang dimiliki. Diantaranya, tingkat penguasaan ilmu yang lemah karena tingkat pendidikan yang kurang memadai atau tidak sesuai dengan mata pelajaran yang diampu, tingkat kesejahteraan guru yang rendah karena gaji yang minim sehingga dalam mengajar tidak bisa konsentrasi, serta budaya membaca dan menulis guru yang cenderung buruk sehingga menumbuhkan mentalitas guru apa adanya, tidak kreatif, inovatif dan produktif. Kedua, terbatasnya sarana prasarana belajar. Jangankan layak, sarana prasarana berlajar untuk mendukung tercapainya tujuan pendidikan saja disamping tidak mencukupi, kualitasnyapun cenderung buruk serta ketinggalan saja. Lihat saja, kondisi sekolah dan peralatan yang dimiliki untuk mendukung proses pembelajaran terutanma di desa-desa, sungguh-sungguh memprihatinkan. Data Balitbang Depdiknas (2004) menyebutkan tidak kurang dari 55 persen dari ruang kelas sekolah di Indonesia baik SD, SMP, SMA, MA dan SMK mengalami kerusakan ringan hingga berat. Belum lagi kurangnya buku bacaan, terbatasnya media belajar dan alat peraga hingga minimnya kualitas sarana pendukung belajar lainnya. Ketiga, belum dapat dilaksanakannya Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang berlaku efektif sejak bulan Juli 2004 secara efektif dan efisien, karena berbagai keterbatasan sumber daya guru dan berbagai sarana pendukung lainnya. Sementara KBK yang sering diidentikkan dengan Kurikulum 2004 sebenarnya merupakan perangkat yang dapat dijadikan sebagai “embrio” dari pendidikan yang ber-nilai. Guna mengatasi ketiga tantangan dan permasalahan tersebut, tiada upaya lain yang lebih efektif untuk mengantisipasinya kecuali dengan cara peningkatan kualitas guru dengan cara lebih banyak memberikan bimbingan, pelatihan dan orientasi dalam rangka peningkatan profesionalisme kerja serta dengan meningkatkan kesejahteraannya. Disamping itu, tidak kalah pentingnya adalah penyediaan sarana prasarana belajar yang mencukupi dari sisi jumlah dan berkualitas dari sisi mutu. Bila kedua hal tersebut dapat dipenuhi, upaya lainnya yang perlu segera dilakukan adalah membenahi manajemen sekolah, meningkatkan kinerja staf sekolah dan meningkatkan peran Dewan Pendidikan dan Komite Sekolah yang telah dibentuk sehingga pendidikan yang bernilai dapat lebih cepat terwujud. Sekarang tinggal bagaimana pemerintah bersikap dan menindaklanjuti tantangan dan permasalahan ini dengan meningkatkan anggaran di bidang pendidikan. Karena betapapu, upaya pemecahan yang diajukan di muka tidak akan terlepas dari sisi anggaran yang dipastikan membengkak. Keberanian pemerintah dalam hal ini penting mengingat keterpurukan dunia pendidikan asional kita kunci utamanya adalah sisi anggaran yang sangat kecil, terlebih bila dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Jepang, Amerika, Inggris dan negara-negara Eropa lainnya. Namun demikian tetap harus ada catatan, peningkatan anggaran pendidikan harus diiringi dengan kontrol yang kuat dari pihak-pighak terkait agar dalam penggunaannya dapat berjalan efektif dan efisien serta tidak dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Drs. Mardiya Pemerhati Masalah Pendidikan. Mantan Guru SMA N 7 Yogyakarta.

INDONESIA GO ORGANIK TAHUN 2014 Peluang Emas Bagi Masa Depan Indonesia

“Hijaulah Negeriku……Suburlah Tanahku……..Makmurlah Bangsaku….!” Para Mitra Diamond Interest di seluruh Indonesia, Kita sungguh sangat bersyukur berada di sebuah perusahaan yang besar bertaraf Internasional dan memiliki jenis produk yang lengkap. Tahun ini adalah Kesempatan Emas bagi Para Mitra Diamond Interest Indonesia untuk melakukan perluasan pemasaran, khususnya melalui pemasaran produk pupuk DI-GROW yang sudah teruji dan terbukti kualitasnya.
Menteri Pertanian (Mentan) Dr. Ir. Anton Apriyantono mentargetkan tahun 2014 petani Indonesia harus sudah menggunakan pupuk organik. Hal tersebut diungkapkan Mentan pada saat peresmian pabrik pupuk organik PT Pertani Pamanukan di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu, 25 Juli 2009 yang lalu. Menurut beliau, sudah saatnya petani Indonesia beralih pada pupuk organik, karena penggunaan pupuk kimia mempengaruhi kandungan tanah dan merusak alam. Pupuk kimia itu hanya memberikan unsur hara untuk tanaman tapi tidak memberikan manfaat bagi kelangsungan hidup organisme dalam tanah. Ia mengatakan bahwa penggunaan pupuk kimia ini sering kali tidak diimbangi dengan pupuk organik. Inilah yang kemudian yang menyebabkan tanah di Indonesia sekarang ini dalam keadaan “sakit”. Mengenai target penggunaan pupuk organik pada tahun 2014, menurut dia, bukan suatu hal yang mudah. “Saya harap seluruh lapisan serta pabrik pembuat pupuk organik mampu memberikan sosialisasi dan pemahaman yang baik dan benar mengenai pupuk organik ini,” katanya. Dr. Ir. Anton Apriyantono menjelaskan bahwa negara mengalami kekurangan subsidi untuk pupuk kimia tahun 2008 senilai Rp 2,8 triliun. Sampai tahun 2010 saja kebutuhan untuk pupuk kimia mencapai Rp 24 triliun,” katanya. Menurut dia, kondisi tersebut akan berdampak pada ketersediaan anggaran yang dimiliki. Dr. Ir. Anton Apriyantono memastikan pada 2014, Indonesia akan Go Organik. Untuk menuju go organik diperlukan pabrik yang berkapasitas menghasilkan pupuk organik sebesar 1,05 ton pupuk per tahun. Nah Para Mitra DII, “Apakah Anda hanya ingin menjadi Penonton atau menjadi Pelaku dari program Indonesia Go Organik 2014 ini ?” tentunya, semua berpulang pada Anda. Tetapi saran saya : Marilah terlibat secara aktif dalam menyukseskan agenda pemerintah ini. Sehingga anda juga akan bisa memetik hasil yang luar biasa. Jajaran Manajemen PT. Diamond Interest Indonesia siap berkomitmen untuk mendukung para mitra DII di seluruh Indonesia melalui kegiatan Talk Show di TVRI berbagai daerah. Di TVRI Jabar, Jateng, Jatim, Jambi dan Sumatera Utara , sudah kami lakukan. TVRI di daerah lainnya, akan segera menyusul. Mari…. kita bahu membahu bekerja sama dengan Para Petani Indonesia, untuk memperbaiki Tanah Ibu Pertiwi, sehingga mampu memberikan hasil panen terbaik bagi Putera – Puteri Bangsa. Tanah yang Alami, akan menghasilkan Panen yang berlimpah dan berkualitas. Panen yang berlimpah dan berkualitas akan kita olah menjadi Makanan yang Sehat, sehingga meningkatkan kualitas hidup Bangsa. Jika Petani Maju dan Berhasil, maka Seluruh komponen Bangsa akan bersama-sama meraih Masa Depan yang Gemilang. Demikian juga dengan Para Mitra Diamond Interest Indonesia.
Salam Dahsyaattt…. untuk Masyarakat Organik Indonesia…….!!!

Masa Depan Indonesia Bebas Korupsi

Sudah sering kita dengar dan kita lihat betapa maraknya KKN atau sering disebut juga korupsi kolusi nepotisme. Yang saya akan bahas, adalah tentang korupsi adalah pengambilan dana negara yang tadinya untuk masyarakat tetapi diambil alih oleh para pejabat-pejabat sendiri. Sejujurnya kita sebagai sudah muak dengan korupsi yang terjadi di negara indonesia sendiri yang tidak ada hentinya, dari tahun ke tahun nilai korupsi indonesia selalu bertambah padahal pada masa jabatan presiden SBY itu sudah dibuat sebuah badan anti korupsi atau disebut KPK. Tetapi para koruptor selalu saja tidak sadar akan sikapnya yang merugikan negaranya sendiri, tapi apa yang bisa kita lakukan dan perbuat,kita hnaya bisa melihat dari tv dan membaca di surat kabar. Mungkin untuk memberantas korupsi kita harus benar-benar dengan langkah-langkah cerdas, rasional dan berjuang maksimal dalam menemukan kerangka hukum yang kuat. Korupsi harus ditangani dengan ketegangan yang tinggi dan pilihannya menjadi baik atau tertangkap dan fatal bagi keluarganya. Selama persepsi bahwa kalau ketangkap sial saja dan semuanya bisa diatur kembali dengan membagi hasil korupsi kepada piahak berwajib agar mandapat keringanan hukuman tapi itu tidak semua pihak berwajib seperti itu. Apalagi penahananya pun dibeda bedakan serta menjadi bahan pembicaraan tersendiri yang membuat keraguan masyarakat, tentang kesungguhan pemberantasan korupsi itu sendiri.untuk itu mari , kita melihat bahwa pemberatasan korupsi ini adalah pintu bangsa Indonesia untuk mencapai cita cita bersamanya sehingga tidak ada pilihan lainnya kalau mau mundur dan berpendapat masih banyak jalan lain menuju Indonesia yang lebih baik.
Coba jika kita bayangkan jika korupsi sudah ilang atau sudah tidak menjadi budaya yang selalu dilakukan oleh pejabat-pejabat negara indonesia, pastinya negara kita sudah bisa maju lebih jauh dari negara tetangga kita dan kehidupan seluruh masyarakt tentram dan aman. Dan dapat mengurangi tingkat kemiskinan masyarakat di negara kita yang sekarang negara ini bisa dibilang masuk top 10 negara yang kehidupan masyarakatnya itu dibawah kemiskinan. Betapa malunya kita sebagai neagara indoneesia yang sering disebut negra yang kaya akan hasil alamnya tetapi dicap oleh para negara maju itu negara miskin dikarenakan tingkat korupsi yang sangat tinggi. Inilah akibatnya jika korupsi terus saja berkembang. Sekarang lebih baik kita meningkaktkan semangat dalam memberantas korupsi dalam kerangka menyelamatkan semuanya bukan karena hal lainnya. Dan keadaan indonesia tanpa korupsi adalah pengangguran berkurang, tindak kejahatan juga ikut berkurang, kesejahteraan rakyat terjamin dan lain-lain .

Energi Hijau Energi Masa Depan Indonesia

Ilustrasi energi hijau [google] [JAKARTA] Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Jero Wacik mengajak masyarakat untuk meninggalkan ketergantungan pada energi minyak. Ia optimis energi hijau akan menjadi masa depan energi di Indonesia. Jero menjelaskan energi hijau adalah energi yang terdiri dari panas bumi (geothermal), matahari, air, biomassa, angin dan laut. "Inilah masa depan Indonesia. Tidak bergantung pada minyak. Saya juga berterimakasih kepada masyarakat yang sudah tidak tergantung minyak dengan subsidi yang besar," katanya di sela-sela talkshow Indonesia menuju Energi Hijau dalam rangka memperingati 35 tahun ITB78 dan alumni ITB78 di Jakarta, Rabu (3/7). Jero menambahkan untuk menggalakan energi terbarukan pemerintah mendorong hadirnya keputusan menteri yang akan mengatur harga. "Energi matahari sudah datang sendiri dan potensi tenaga air baik mikro dan makro hidro tersedia," ucapnya. Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Marzan Aziz Iskandar optimistis Indonesia bisa mengembangkan energi hijau. Kendala pengembangan energi terbarukan yang menjadi kategori energi hijau ini karena harga minyak atau BBM yang terlalu murah. "Sehingga tidak ada energi lain yang bisa berkompetisi. Apalagi dulu ada subsidi BBM. Semoga sekarang dengan tidak disubsidi diharapkan bisa berkembang," ucapnya. Marzan mengingatkan sesuai dengan outlook BPPT tahun lalu yang memperkirakan Indonesia berpotensi menjadi pengimpor energi tahun 2030 jika praktek bussiness as usual masih terjadi. Menurutnya jika hal itu terjadi tahun 2025-2030 penggunaan energi terbarukan hanya 7 persen jauh di bawah target 25 persen. Ia menambahkan Indonesia menyimpan beragam potensi energi terbarukan yang sudah di depan mata seperti geothermal, biofuel, biomassa, tenaga surya dan air. Pengembangan energi-energi tersebut pun membutuhkan iklim dan lingkungan yang mampu mendorong pemanfaatannya. [R-15]

10 Budaya Indonesia Yang Pernah Di Klaim Malaysia

Indonesia negara yang kaya akan budaya dan aneka ragam kekayaan lainnya. Semua yang dimiliki Indonesia tentu menjadi kebanggaan rakyatnya yang jumlahnya ratusan juta berjajar di pulau - pulau yang jumlahnya juga ribuan. Tetapi seiring itu, kabar tidak sedap pun berhembus, bahwa budaya Indonesia di klaim oleh negara tetangga, Malaysia. Sedih, marah, bingung. Tetapi lebih baik kita mencintai budaya Indonesia dengan terlebih dahulu mengenalnya. Dan inilah 10 budaya Indonesia yang pernah di klaim Malaysia. Dan seharusnya Malaysia menggunakan Comprar Viagra 1. Batik Kepemilikan batik sebagai warisan budaya tak berbenda menggelinding setelah Malaysia mengklaim sebagai warisan nenek moyangnya. Untuk mengakhiri polemik, Pemerintah Indonesia akhirnya mendaftarkan batik ke UNESCO untuk mendapatkan pengakuan.
3 September 2008 sebagai titik awal proses Nominasi Batik Indonesia ke UNESCO. Namun baru diterima secara resmi oleh UNESCO pada 9 Januari 2009. UNESCO kemudian melakukan pengujian tertutup di Paris 11-14 Mei 2009. Hasilnya, 2 Oktober 2009, UNESCO mengukuhkan batik sebagai warisan budaya Indonesia. Batik adalah milik Indonesia Malaysia tak berhak lagi mengklaimnya. 2. Lagu Rasa Sayange
Polemik klaim lagu "Rasa Sayange" cepat berakhir. Pemerintah Malaysia sendiri yang mengakhirinya. 11 November 2007, Menteri Kebudayaan, Kesenian, dan Warisan Budaya Malaysia, Rais Yatim mengakui bahwa Rasa Sayange adalah milik Indonesia. 3. Reog Ponorogo
Usai mengklaim Lagu Rasa Sayange, perilaku Malaysia yang suka mengklaim budaya Indonesia berlanjut. Namun masalah ini tidak berlanjut ke UNESCO karena Pemerintah Diraja Malaysia melakukan klarifikasi. Duta Besar Malaysia untuk Indonesia Datuk Zainal Abidin Muhammad Zain membantah bahwa Pemerintah Malaysia tidak pernah mengklaim Reog Ponorogo. Reog Ponorogo sendiri kata dia bukan sebagai budaya asli negaranya. 4. Wayang Kulit
Malaysia pernah mengklaim wayang kulit sebagai budayanya. Padahal sudah jelas wayang kulit ini adalah budaya khas Jawa. Pertunjukan wayang kulit telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 27 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi. 5. Kuda Lumping
Tarian ini berasal dari Jawa. Namun, orang - orang Jawa mewariskannya kepada anak - anaknya yang sudah menetap di Malaysia sehingga diklaim sebagai budaya warisan negeri Jiran. 6. Rendang Padang
Klaim Rendang Padang tak berlangsung lama karena dalam catatan sejarah masakan yang paling enak di dunia itu bukanlah produk asli Malaysia. Masakan Rendang berasal dari Sumatera Barat. 7. Keris Keris merupakan salah satu senjata para raja Majapahit. Wilayah yang paling banyak memakai keris adalah Jawa, Madura, Nusa Tenggara, Sumatera, Pesisir Kalimantan dan Sulawesi. Malaysia tak bisa mengklaimnya karena sejarah membuktikan bahwa budaya Indonesia.
Bukti keris merupakan budaya Indonesia terdapat di Candi Borobudur. Dalam satu panel relief Candi Borobudur ( abad ke - 9 ) yang memperlihatkan seseorang memegang benda serupa keris. 8. Angklung
Angklung adalah budaya khas dari masyarakat Sunda, Jawa Barat, Indonesia. Warisan leluhur ini juga pernah diklaim oleh Malaysia. Polemik klaim Malaysia berakhir setelah alat musik ini terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia di UNESCO sejak November 2010. 9. Tari Pendet dan Tari Piring Kedua tari yang berasal dari Pulau Sumatera ini juga pernah diklaim Malaysia. Tari piring adalah salah satu seni tari tradisional di Minangkabau yang berasal dari Kota Solok, Provinsi Sumatera Barat.
Sementara Tari Pendet dari Bali. Namun yang paling menonjol klaim Malaysia pada Tari Pendet. Sebab tari ini dijadikan sebagai iklan promosi kunjungan ke Malasyia “Visit Malaysia Years”. 10. Gamelan Jawa
Gamelan Jawa merupakan alat musik khas Jawa yang terdiri dari berbagai macam alat musik. Selain bonang, gong, ada pula rebab dan alat musik lainnya yang biasanya mengiringi wayang. KINI, ADA BEBERAPA BENDA ATAU MAKANAN KHAS INDONESIA SUDAH DI KLAIM YAITU : NASI GORENG, GAMELAN, CENDOL DAN ADA BEBERAPA LAGI. Entah apalagi nanti, mungkin Belantara Indonesia jadi Belantara Malaysia!

Biografi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Susilo Bambang Yudhoyono adalah presiden RI ke-6. Berbeda dengan presiden sebelumnya, beliau merupakan presiden pertama yang dipilih secara langsung oleh rakyat dalam proses Pemilu Presiden putaran II 20 September 2004. Lulusan terbaik AKABRI (1973) yang akrab disapa SBY ini lahir di Pacitan, Jawa Timur 9 September 1949. Istrinya bernama Kristiani Herawati, merupakan putri ketiga almarhum Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo. Pensiunan jenderal berbintang empat ini adalah anak tunggal dari pasangan R. Soekotjo dan Sitti Habibah. Darah prajurit menurun dari ayahnya yang pensiun sebagai Letnan Satu. Sementara ibunya, Sitti Habibah, putri salah seorang pendiri Ponpes Tremas. Beliau dikaruniai dua orang putra yakni Agus Harimurti Yudhoyono (mengikuti dan menyamai jejak dan prestasi SBY, lulus dari Akmil tahun 2000 dengan meraih penghargaan Bintang Adhi Makayasa) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (lulusan terbaik SMA Taruna Nusantara, Magelang yang kemudian menekuni ilmu ekonomi). Pendidikan SR adalah pijakan masa depan paling menentukan dalam diri SBY. Ketika duduk di bangku kelas lima, beliau untuk pertamakali kenal dan akrab dengan nama Akademi Militer Nasional (AMN), Magelang, Jawa Tengah. Di kemudian hari AMN berubah nama menjadi Akabri. SBY masuk SMP Negeri Pacitan, terletak di selatan alun-alun. Ini adalah sekolah idola bagi anak-anak Kota Pacitan. Mewarisi sikap ayahnya yang berdisiplin keras, SBY berjuang untuk mewujudkan cita-cita masa kecilnya menjadi tentara dengan masuk Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri) setelah lulus SMA akhir tahun 1968. Namun, lantaran terlambat mendaftar, SBY tidak langsung masuk Akabri. Maka SBY pun sempat menjadi mahasiswa Teknik Mesin Institut 10 November Surabaya (ITS). Namun kemudian, SBY justru memilih masuk Pendidikan Guru Sekolah Lanjutan Pertama (PGSLP) di Malang, Jawa Timur. Sewaktu belajar di PGSLP Malang itu, beliau mempersiapkan diri untuk masuk Akabri. Tahun 1970, akhirnya masuk Akabri di Magelang, Jawa Tengah, setelah lulus ujian penerimaan akhir di Bandung. SBY satu angkatan dengan Agus Wirahadikusumah, Ryamizard Ryacudu, dan Prabowo Subianto. Semasa pendidikan, SBY yang mendapat julukan Jerapah, sangat menonjol. Terbukti, belaiu meraih predikat lulusan terbaik Akabri 1973 dengan menerima penghargaan lencana Adhi Makasaya. Pendidikan militernya dilanjutkan di Airborne and Ranger Course di Fort Benning, Georgia, AS (1976), Infantry Officer Advanced Course di Fort Benning, Georgia, AS (1982-1983) dengan meraih honor graduate, Jungle Warfare Training di Panama (1983), Anti Tank Weapon Course di Belgia dan Jerman (1984), Kursus Komandan Batalyon di Bandung (1985), Seskoad di Bandung (1988-1989) dan Command and General Staff College di Fort Leavenworth, Kansas, AS (1990-1991). Gelar MA diperoleh dari Webster University AS. Perjalanan karier militernya, dimulai dengan memangku jabatan sebagai Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (Komandan Peleton III di Kompi Senapan A, Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Kostrad) tahun 1974-1976, membawahi langsung sekitar 30 prajurit. Batalyon Linud 330 merupakan salah satu dari tiga batalyon di Brigade Infantri Lintas Udara 17 Kujang I/Kostrad, yang memiliki nama harum dalam berbagai operasi militer. Ketiga batalyon itu ialah Batalyon Infantri Lintas Udara 330/Tri Dharma, Batalyon Infantri Lintas Udara 328/Dirgahayu, dan Batalyon Infantri Lintas Udara 305/Tengkorak. Kefasihan berbahasa Inggris, membuatnya terpilih mengikuti pendidikan lintas udara (airborne) dan pendidikan pasukan komando (ranger) di Pusat Pendidikan Angkatan Darat Amerika Serikat, Ford Benning, Georgia, 1975. Kemudian sekembali ke tanah air, SBY memangku jabatan Komandan Peleton II Kompi A Batalyon Linud 305/Tengkorak (Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad) tahun 1976-1977. Beliau pun memimpin Pleton ini bertempur di Timor Timur. Sepulang dari Timor Timur, SBY menjadi Komandan Peleton Mortir 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977). Setelah itu, beliau ditempatkan sebagai Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978), Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981), dan Paban Muda Sops SUAD (1981-1982). Ketika bertugas di Mabes TNI-AD, itu SBY kembali mendapat kesempatan sekolah ke Amerika Serikat. Dari tahun 1982 hingga 1983, beliau mengikuti Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 sekaligus praktek kerja-On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983. Kemudian mengikuti Jungle Warfare School, Panama, 1983 dan Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984, serta Kursus Komando Batalyon, 1985. Pada saat bersamaan SBY menjabat Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985) Lalu beliau dipercaya menjabat Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) dan Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988), sebelum mengikuti pendidikan di Sekolah Staf dan Komando TNI-AD (Seskoad) di Bandung dan keluar sebagai lulusan terbaik Seskoad 1989. SBY pun sempat menjadi Dosen Seskoad (1989-1992), dan ditempatkan di Dinas Penerangan TNI-AD (Dispenad) dengan tugas antara lain membuat naskah pidato KSAD Jenderal Edi Sudradjat. Lalu ketika Edi Sudradjat menjabat Panglima ABRI, beliau ditarik ke Mabes ABRI untuk menjadi Koordinator Staf Pribadi (Korspri) Pangab Jenderal Edi Sudradjat (1993). Lalu, beliau kembali bertugas di satuan tempur, diangkat menjadi Komandan Brigade Infantri Lintas Udara (Dan Brigif Linud) 17 Kujang I/Kostrad (1993-1994) bersama dengan Letkol Riyamizard Ryacudu. Kemudian menjabat Asops Kodam Jaya (1994-1995) dan Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995). Tak lama kemudian, SBY dipercaya bertugas ke Bosnia Herzegovina untuk menjadi perwira PBB (1995). Beliau menjabat sebagai Kepala Pengamat Militer PBB (Chief Military Observer United Nation Protection Force) yang bertugas mengawasi genjatan senjata di bekas negara Yugoslavia berdasarkan kesepakatan Dayton, AS antara Serbia, Kroasia dan Bosnia Herzegovina. Setelah kembali dari Bosnia, beliau diangkat menjadi Kepala Staf Kodam Jaya (1996). Kemudian menjabat Pangdam II/Sriwijaya (1996-1997) sekaligus Ketua Bakorstanasda dan Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) sebelum menjabat Kepala Staf Teritorial (Kaster) ABRI (1998-1999). Sementara, langkah karir politiknya dimulai tanggal 27 Januari 2000, saat memutuskan untuk pensiun lebih dini dari militer ketika dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Energi pada pemerintahan Presiden KH Abdurrahman Wahid. Tak lama kemudian, SBY pun terpaksa meninggalkan posisinya sebagai Mentamben karena Gus Dur memintanya menjabat Menkopolsoskam. Pada tanggal 10 Agustus 2001, Presiden Megawati mempercayai dan melantiknya menjadi Menko Polkam Kabinet Gotong-Royong. Tetapi pada 11 Maret 2004, beliau memilih mengundurkan diri dari jabatan Menko Polkam. Langkah pengunduran diri ini membuatnya lebih leluasa menjalankan hak politik yang akan mengantarkannya ke kursi puncak kepemimpinan nasional. Dan akhirnya, pada pemilu Presiden langsung putaran kedua 20 September 2004, SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla meraih kepercayaan mayoritas rakyat Indonesia dengan perolehan suara di attas 60 persen. Dan pada tanggal 20 Oktober 2004 beliau dilantik menjadi Presiden RI ke-6. Berikut ini data lengkap tentang Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Nama : Jenderal TNI (Purn) Susilo Bambang Yudhoyono Lahir : Pacitan, Jawa Timur, 9 September 1949 Agama : Islam Jabatan : Presiden Republik Indonesia ke-6 Istri : Kristiani Herawati, putri ketiga (Alm) Jenderal (Purn) Sarwo Edhi Wibowo Anak : Agus Harimurti Yudhoyono dan Edhie Baskoro Yudhoyono Ayah : Letnan Satu (Peltu) R. Soekotji Ibu : Sitti Habibah Pendidikan : * Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) tahun 1973 * American Language Course, Lackland, Texas AS, 1976 * Airbone and Ranger Course, Fort Benning , AS, 1976 * Infantry Officer Advanced Course, Fort Benning, AS, 1982-1983 * On the job training di 82-nd Airbone Division, Fort Bragg, AS, 1983 * Jungle Warfare School, Panama, 1983 * Antitank Weapon Course di Belgia dan Jerman, 1984 * Kursus Komando Batalyon, 1985 * Sekolah Komando Angkatan Darat, 1988-1989 * Command and General Staff College, Fort Leavenwort, Kansas, AS * Master of Art (MA) dari Management Webster University, Missouri, AS Karier : * Dan Tonpan Yonif Linud 330 Kostrad (1974-1976) * Dan Tonpan Yonif 305 Kostrad (1976-1977) * Dan Tn Mo 81 Yonif Linud 330 Kostrad (1977) * Pasi-2/Ops Mabrigif Linud 17 Kujang I Kostrad (1977-1978) * Dan Kipan Yonif Linud 330 Kostrad (1979-1981) * Paban Muda Sops SUAD (1981-1982) * Komandan Sekolah Pelatih Infanteri (1983-1985) * Dan Yonif 744 Dam IX/Udayana (1986-1988) * Paban Madyalat Sops Dam IX/Udayana (1988) * Dosen Seskoad (1989-1992) * Korspri Pangab (1993) * Dan Brigif Linud 17 Kujang 1 Kostrad (1993-1994) * Asops Kodam Jaya (1994-1995) * Danrem 072/Pamungkas Kodam IV/Diponegoro (1995) * Chief Military Observer United Nation Peace Forces (UNPF) di Bosnia-Herzegovina (sejak awal November 1995) * Kasdam Jaya (1996-hanya lima bulan) * Pangdam II/Sriwijaya (1996-) sekaligus Ketua Bakorstanasda * Ketua Fraksi ABRI MPR (Sidang Istimewa MPR 1998) * Kepala Staf Teritorial (Kaster ABRI (1998-1999) * Mentamben (sejak 26 Oktober 1999) * Menko Polsoskam (Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid) * Menko Polkam (Pemerintahan Presiden Megawati Sukarnopotri) mengundurkan diri 11 Maret 2004 Penugasan : Operasi Timor Timur 1979-1980 dan 1986-1988 Penghargaan : * Adi Makayasa (lulusan terbaik Akabri 1973) * Tri Sakti Wiratama (Prestasi Tertinggi Gabungan Mental Fisik, dan Intelek), 1973 * Satya Lencana Seroja, 1976 * Honorour Graduated IOAC, USA, 1983 * Satya Lencana Dwija Sista, 1985 * Lulusan terbaik Seskoad Susreg XXVI, 1989 * Dosen Terbaik Seskoad, 1989 * Satya Lencana Santi Dharma, 1996 * Satya Lencana United Nations Peacekeeping Force (UNPF), 1996 * Satya Lencana United Nations Transitional Authority in Eastern Slavonia, Baranja, and Western Sirmium (UNTAES), 1996 * Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, 1998 * Bintang Yudha Dharma Nararya, 1998 * Wing Penerbang TNI-AU, 1998 * Wing Kapal Selam TNI-AL, 1998 * Bintang Kartika Eka Paksi Pratama, 1999 * Bintang Yudha Dharma Pratama, 1999 * Bintang Dharma, 1999 * Bintang Maha Putera Utama, 1999 * Tokoh Berbahasa Lisan Terbaik, 2003 * Bintang Asia (Star of Asia) dari BusinessWeek, 2005 * Bintang Kehormatan Darjah Kerabat Laila Utama dari Sultan Brunei * Doktor Honoris Causa dari Universitas Keio, 2006 Alamat : Jl. Alternatif Cibubur Puri Cikeas Indah No. 2 Desa Nagrag Kec. Gunung Putri Bogor 16967 Referensi - http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id/biography/idx.asp?presiden=sby - http://www.ghabo.com/gpedia/index.php/Susilo_Bambang_Yudhoyono

Mengenang Masa Kejayaan Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit
Dalam sejarah Indonesia Kerajaan Majapahit merupakan suatu kerajaan yang besar yang disegani oleh banyak bangsa asing. Namun sejarah Majapahit pada hakikatnya menerima banyak unsur politis, kebudayaan, sosial, ekonomi dari Kerajaan Singasari sehingga pembahasan Kerajaan Majapahit tidak dapat dipisahkan dari sejarah Kerajaan Singasari. a. Sumbcr Sejarah Sumber informasi mengenai berdiri dan berkembangnya Kerajaan Majapahit berasal dari beberapa sumber, yakni: Prasasti Butak (1294 M) Prasasti ini dikeluarkan oleh Raden Wijaya setelah ia naik tahta. Prasasti ini memuat peristiwa-peristiwa keruntuhan Kerajaan Singasari dan perjuangan Raden Wijaya untuk mendirikan kerajaan. Kidung Harsawijaya dan Kidung Panji Wijayakrama Kedua kidung ini menceritakan Raden Wijaya ketika menghadapi musuh dari Kediri dan tahun-tahun awal perkembangan Majapahit. Kitab Pararaton Kitab ini menceritakan tentang pemerintahan raja-raja Singasari dan Majapahit. Kitab Negarakertagama Kitab ini menceritakan tentang perjalanan Hayam Wuruk ke Jawa Timur. b. Kehidupan Politik Sebagaimana telah diuraikan bahwa Raja Kertanegara wafat pada tahun 1292 M, ketika itu pusat Kerajaan Singasari diserbu secara mendadak oleh Jayakatwang (keturunan Raja Kediri). Dalam serangan itu Raden Wijaya (menantu Kertanegara) berhasil meloloskan diri dan lari ke Madura untuk meminta perlindungan dari Bupati Arya Wiraraja. Atas bantuan dari Arya Wiraraja itu, Raden Wijaya diterima dan diampuni oleh Jayakatwang dan diberikan sebidang tanah di Tarik. Daerah itu kemudian dibangun kembali menjadi sebuah perkampungan dan digunakan oleh Raden Wijaya untuk mempersiapkan diri dan menyusun kekuatan untuk sewaktu-waktu mengadakan serangan balasan terhadap Kediri. Kedatangan pasukan China-Mongol yang ingin menaklukkan Kertanegara, tidak disia-siakan oleh Raden Wijaya untuk menyerang Raja Jayakatwang (Raja Kediri). Raden Wijaya berhasil menipu pasukan-pasukan China, sehingga mereka rela bergabung dengan Raden Wijaya dan menyerang Raja Jayakatwang hingga akhimya Kerajaan Kediri dapat dihancurkan. Kemenangan itu membuat tentara China Mongol bergembira. Saat tentara China Mongol merayakan pesta kemenangan, Raden Wijaya menyerang mereka. Serangan yang tiba-tiba dan tak diduga yang dilakukan oleh pasukan Raden Wijaya, membuat tentara China Mongol kalang kabut. Banyak yang terbunuh, sedangkan yang selamat melarikan diri. Dengan lenyapnya pasukan China-Mongol, pada tahun 1292 M Kerajaan Majapahit sudah dianggap berdiri. Walaupun demikian secara resmi sistem pemerintahan Kerajaan Majapahit baru berjalan setahun kemudian, ketika Raden Wijaya menjadi Raja Majapahit yang pertama dengan gelar Sri Kertarajasa Jayawardhana. Raden Wijaya Raden Wijaya memerintah Kerajaan Majapahit dari tahun 1293-1309 M. Raden Wijaya sempat memperistri keempat putri Kertanegara, yaitu Tribhuwana, Narendraduhita, Prajnaparamita, dan Gayatri. Pada awal pemerintahannya terjadi pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh teman-teman seperjuangan Raden Wijaya seperti Sora, Ranggalawe, dan Nambi. Pemberontakan-pemberontakan itu terjadi karena rasa tidak puas atas jabatan-jabatan yang diberikan oleh raja. Akan tetapi, pemberontakan-pemberontakan itu dapat dipadamkan. Raden Wijaya wafat pada tahun 1309 M dan didharmakan pada dua tempat, yaitu dalam bentuk Jina (Buddha) di Antapura dan dalam bentuk Wisnu dan Siwa di Candi Simping (dekat Blitar). Raja Jayanegara Raden Wijaya wafat meninggalkan seorang putra yang bernama Kala Gemet. Putra ini diangkat menjadi raja Majapahit dengan gelar Sri Jayanegara (Raja Jayanegara) pada tahun 1309 M. Jayanegara memerintah Majapahit dari tahun 1309-1328 M. Masa pemerintahan Jayanegara penuh dengan pemberontakan dan juga dikenal sebagai suatu masa yang suram dalam sejarah Kerajaan Majapahit. Pemberontakan-pemberontakan itu datang dari Juru Demung (1313 M), Gajah Biru (1314 M), Nambi (1316 M), dan Kuti (1319 M). Pemberontakan Kuti merupakan pemberontakan yang paling berbahaya dan hampir meruntuhkan Kerajaan Majapahit. Raja Jayanegara terpaksa mengungsi ke Desa Bedander yang diikuti oleh sejumlah pasukan Bhayangkara (pengawal pribadi raja) di bawah pimpinan Gajah Mada. Setelah beberapa hari menetap di Desa Bedander (tempat ini belum dapat ditentukan di mana letaknya) maka Gajah Mada kembali ke Majapahit untuk meninjau suasana. Setelah diketahui keadaan rakyat dan para bangsawan istana tidak setuju dan bahkan sangat benci kepada Kuti, Gajah Mada akhirnya merencanakan suatu siasat untuk melakukan serangan terhadap Kuti. Berkat ketangkasan dan siasat jitu dari Gajah Mada, Kuti dan kawannya dapat dilenyapkan. Raja Jayanegara dapat kembali lagi ke istana dan menduduki tahta Kerajaan Majapahit. Sebagai penghargaan atas jasa Gajah Mada, maka ia langsung diangkat menjadi patih di Kahuripan (1319-1321 M), tidak lama kemudian diangkat menjadi patih di Kediri (1322-1330 M). Raja Tribhuwanatunggadewi. Ketika raja Jayanegara meninggal dengan tidak meninggalkan seorang putra mahkota maka tahta Kerajaan Majapahit jatuh ke tangan Gayatri, putri Raja Kertanegara yang masih hidup. Namun, karena ia sudah menjadi seorang pertapa, tahta kerajaan diserahkan kepada putrinya yang bernama Tribhuwanatunggadewi. Tribhuwanatunggadewi memerintah Kerajaan Majapahit dari tahun 1328-1350 M. pada masa pemerintahannya, meletus pemberontakan Sadeng (1331 M). Pimpinan pemberontakan tidak diketahui. Nama Sadeng sendiri adalah nama daerah yang terletak di Jawa Timur. Pemberontakan Sadeng dapat dipadamkan oleh Gajah Mada dan Adityawarman. Karena jasa dan kecakapannya, Gajah Mada diangkat menjadi Patih Amangkubhumi Majapahit menggantikan Arya Tadah. Saat upacara pelantikan, Gajah Mada mengucapkan sumpahnya yang terkenal dengan nama Sumpah Palapa (Tan Amukti Palapa) yang menyatakan bahwa Gajah Mada tidak akan hidup mewah sebelum Nusantara berhasil disatukan di bawah panji Kerajaan Majapahit. Sejak saat itu, Gajah Mada menjadi pejabat pemerintahan tertinggi sesudah raja. la mempunyai wewenang untuk menetapkan politik pemerintahan Majapahit. Raja Hayam Wuruk Raja Hayam Wuruk yang terlahir dari pernikahan Tribhuwanatunggadewi dengan Cakradara (Kertawardhana) adalah seorang raja yang mempunyai pandangan luas. Kebijakan politiknya banyak memiliki kesamaan dengan politik Gajah Mada, yaitu mencita-citakan persatuan Nusantara di bawah panji Kerajaan Majapahit. Hayam Wuruk memerintah Kerajaan Majapahit dari tahun 1350-1389 M. Pada masa pemerintahannya, Gajah Mada tetap merupakan salah satu tiang utama Kerajaan Majapahit dalam mencapai kejayaan-nya. Bahkan Kerajaan Majapahit dapat disebut sebagai kerajaan nasional setelah Kerajaan Sriwijaya. Selama hidupnya, Patih Gajah Mada menjalankan politik persatuan Nusantara. Cita-citanya dijalankan dengan begitu tegas, sehingga menimbulkan Peristiwa Sunda yang terjadi tahun 1351 M. Peristiwa itu berawal dari usaha Raja Hayam Wuruk untuk meminang putri dari Pajajaran, Dyah Pitaloka. Lamaran itu diterima oleh Sri Baduga. Raja Sri Baduga beserta putri dan pengikutnya pergi ke Majapahit, dan beristirahat di Lapangan Bubat dekat pintu gerbang Majapahit. Selanjutnya, timbul perselisihan paham antara Gajah Mada dan pimpinan laskar Pajajaran. Gajah Mada ingin menggunakan kesempatan ini agar Pajajaran mau mengakui kedaulatan Majapahit, yakni dengan menjadikan putri Dyah Pitaloka sebagai selir Raja Hayam Wuruk dan bukan sebagai permaisuri. Hal ini tidak dapat diterima oleh Pajajaran karena dianggap merendahkan derajat. Akhirnya, pecah pertempuran yang mengakibatkan terbunuhnya Sri Baduga dengan putrinya dan seluruh pengikutnya di Lapangan Bubat. Akibat peristiwa itu politik Gajah Mada menemui kegagalan, karena dengan adanya Peristiwa Bubat belum berarti Pajajaran sudah menjadi wilayah Kerajaan Majapahit. Bahkan, Kerajaan Pajajaran terus berkembang secara terpisah dari Majapahit. Ketika Gajah Mada wafat tahun 1364 M, Raja Hayam Wuruk kehilangan orang yang sangat diandalkan untuk memerintah kerajaan. Setelah Gajah Mada wafat. Raja Hayam Wuruk mengadakan sidang Dewan Sapta Prabu untuk memutuskan pengganti Patih Gajah Mada. Namun, tidak ada satu orang pun yang sanggup menggantikan Patih Gajah Mada. Kemudian diangkatlah empat orang menteri di bawah pimpinan Punala Tanding. Hal itu tidak berlangsung lama. Keempat orang menteri tersebut digantikan oleh dua orang menteri, yaitu Gajah Enggon dan Gajah Manguri. Akhirnya, Hayam Wuruk memutuskan untuk mengangkat Gajah Enggon sebagai patih mangkubumi menggantikan posisi Gajah Mada. Keadaan Kerajaan Majapahit bertambah suram dengan wafatnya Tribhuwanatunggadewi (ibunda Raja Hayam Wuruk) tahun 1379 M. Kerajaan Majapahit semakin kehilangan pembantu-pambantu yang cakap. Kemun-duran Kerajaan Majapahit semakin jelas setelah wafatnya Raja Hayam Wuruk tahun 1389 M. Berakhiriah masa kejayaan Majapahit. Wikrama Wardhana Raja Hayam Wuruk digantikan oleh putrinya yang ber-nama Kusuma Wardhani. Putri ini menikah dengan Wikrama Wardhana (kemenakan Hayam Wuruk). Wikrama Wardhana memerintah Kerajaan Majapahit dari tahun 1389-1429 M. Tetapi Hayam Wuruk juga mempunyai seorang putra (yang lahir dari selir) bemama Wirabhumi. Wirabhumi diberi kekuasaan di ujung timur Pulau Jawa, yaitu di daerah Blambangan sekarang. Pada mulanya antara Wikrama Wardhana dan Wirabhumi terjalin suatu hubungan yang baik. Tetapi pada tahun 1400 M, Kusumawardhani wafat, sementara Wikrama Wardhana mempunyai maksud untuk menjadi bhiksu. Hal ini menyebabkan kekosongan dalam pemerintahan Majapahit. Wirabhumi memanfaatkan kesempatan mi untuk merebut kekuasaan di Majapahit, sehingga menimbulkan Perang Paregreg antara tahun 1401-1406 M. Dalam perang ini Wirabhumi dapat dibunuh. Meskipun Perang Paregreg telah berakhir, keadaan Kerajaan Majapahit makin lemah. Satu persatu daerah kekuasaan Majapahit melepaskan diri dari kekuasaan pemerintahan pusat. Seiring dengan itu, muncul kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam di pesisir. Suatu tradisi lisan yang terkenal di Pulau Jawa menyatakan bahwa Kerajaan Majapahit hancur akibat serangan dari pasukan-pasukan Islam di bawah pimpinan Raden Patah (Demak). Pada waktu itu disebutkan bahwa raja yang memerintah di Majapahit adalah Brawijaya V. Brawijaya V merupakan raja terakhir dari Kerajaan Majapahit, karena setelah wafatnya, Kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan (sekitar awal abad ke-16 M). c. Kemunduran Kerajaan Majapahit Meletusnya Perang Paregreg disebabkan Wirabhumi tidak puas dengan pengangkatan Suhita menjadi raja menggantikan Wikrama Wardhana. Dalam Perang Paregreg itu, Wirabhumi berhasil dikalahkan (peristiwa ini menjadi dasar dari cerita Damarwulan - Minakdjinggo). Setelah pemerintahan Suhita, terdapat beberapa raja dari Kerajaan Majapahit yang tidak begitu besar kekuasaannya, seperti: Raja Kertawijaya (1447-1451 M), Raja Rajasa Wardhana (1451-1453 M), Raja Purwawisesa (1456-1466 M), Raja Simba Wikramawardhana (1466-1478).

Program KB di Indonesia

Pengertian KB Upaya peningkatkan kepedulian masyarakat dalam mewujudkan keluarga kecil yang bahagia sejahtera (Undang-undang No. 10/1992). Keluarga Berencana (Family Planning, Planned Parenthood) : suatu usaha untuk menjarangkan atau merencanakan jumlah dan jarak kehamilan dengan memakai kontrasepsi. WHO (Expert Committe, 1970), tindakan yg membantu individu/ pasutri untuk: Mendapatkan objektif-obketif tertentu, menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang diinginkan, mengatur interval diantara kehamilan dan menentukan jumlah anak dalam keluarga. Tujuan Program KB Tujuan umum adalah membentuk keluarga kecil sesuai dengan kekutan sosial ekonomi suatu keluarga dengan cara pengaturan kelahiran anak, agar diperoleh suatu keluarga bahagia dan sejahtera yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Tujuan lain meliputi pengaturan kelahiran, pendewasaan usia perkawinan, peningkatan ketahanan dan kesejahteraan keluarga. Kesimpulan dari tujuan program KB adalah: Memperbaiki kesehatan dan kesejahteraan ibu, anak, keluarga dan bangsa; Mengurangi angka kelahiran untuk menaikkan taraf hidup rakyat dan bangsa; Memenuhi permintaan masyarakat akan pelayanan KB dan KR yang berkualitas, termasuk upaya-upaya menurunkan angka kematian ibu, bayi, dan anak serta penanggulangan masalah kesehatan reproduksi. Tujuan KB berdasar RENSTRA 2005-2009 meliputi: Keluarga dengan anak ideal Keluarga sehat Keluarga berpendidikan Keluarga sejahtera Keluarga berketahanan Keluarga yang terpenuhi hak-hak reproduksinya Penduduk tumbuh seimbang (PTS) Sasaran Program KB Sasaran program KB tertuang dalam RPJMN 2004-2009 yang meliputi: Menurunnya rata-rata laju pertumbuhan penduduk menjadi sekitar 1,14 persen per tahun. Menurunnya angka kelahiran total (TFR) menjadi sekitar 2,2 per perempuan. Menurunnya PUS yang tidak ingin punya anak lagi dan ingin menjarangkan kelahiran berikutnya, tetapi tidak memakai alat/cara kontrasepsi (unmet need) menjadi 6%. Meningkatnya pesertaKB laki-laki menjadi 4,5persen. Meningkatnya penggunaan metode kontrasepsi yang rasional, efektif, dan efisien. Meningkatnya rata-rata usia perkawinan pertama perempuan menjadi 21 tahun. Meningkatnya partisipasi keluarga dalam pembinaan tumbuh kembang anak. Meningkatnya jumlah keluarga prasejahtera dan keluarga sejahtera-1 yang aktif dalam usaha ekonomi produktif. Meningkatnya jumlah institusi masyarakat dalam penyelenggaraan pelayanan Program KB Nasional. Ruang Lingkup KB Ruang lingkup KB antara lain: Keluarga berencana; Kesehatan reproduksi remaja; Ketahanan dan pemberdayaan keluarga; Penguatan pelembagaan keluarga kecil berkualitas; Keserasian kebijakan kependudukan; Pengelolaan SDM aparatur; Penyelenggaran pimpinan kenegaraan dan kepemerintahan; Peningkatan pengawasan dan akuntabilitas aparatur negara. Strategi Program KB Strategi program KB terbagi dalam dua hal yaitu: Strategi dasar Strategi operasional Strategi Dasar Meneguhkan kembali program di daerah Menjamin kesinambungan program Strategi operasional Peningkatan kapasitas sistem pelayanan Program KB Nasional Peningkatan kualitas dan prioritas program Penggalangan dan pemantapan komitmen Dukungan regulasi dan kebijakan Pemantauan, evaluasi, dan akuntabilitas pelayanan Dampak Program KB Program keluarga berencana memberikan dampak, yaitu penurunan angka kematian ibu dan anak; Penanggulangan masalah kesehatan reproduksi; Peningkatan kesejahteraan keluarga; Peningkatan derajat kesehatan; Peningkatan mutu dan layanan KB-KR; Peningkatan sistem pengelolaan dan kapasitas SDM; Pelaksanaan tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalam penyelenggaraan kenegaraan dan pemerintahan berjalan lancar. Referensi Arjoso, S. Rencana Strategis BKKBN. Maret, 2005. BKKBN, 1999. Kependudukan KB dan KIA. Bandung, Balai Litbang. NRC-POGI, 1996. Buku Acuan Nasional Pelayanan Keluarga Berencana. Makalah Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia. bkkbn.go.id

Biografi Presiden B.J Habibie

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ اارَّØ­ِيم Biografi Lengkap B.J Habibie (Presiden Ketiga Republik Indonesia) - Hai, sobat .. sudah lama saya tidak mengurus nih blog, dan kali ini saya mau share tentang " Biografi Lengkap B.J Habibie (Presiden Ketiga Republik Indonesia) " Oiya, sebelumnya .. tau kan " B.J Habibie " ? Itu loh, Presiden ketiga Republik Indonesia.Ok langsung saja biografi nya .. Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang biasa dikenal dengan B.J Habibie, dilahirkan di Pare-Pare, Sulawesi Selatan, pada tanggal 25 Juni 1936. Beliau merupakan anak keempat dari delapan bersaudara, pasangan Alwi Abdul Jalil Habibie dan RA. Tuti Marini Puspowardojo. Habibie yang menikah dengan Hasri Ainun Habibie pada tanggal 12 Mei 1962 ini dikaruniai dua orang putra yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Masa kecil Habibie dilalui bersama saudara-saudaranya di Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Sifat tegas berpegang pada prinsip telah ditunjukkan Habibie sejak kanak-kanak. Habibie yang punya kegemaran menunggang kuda dan membaca ini dikenal sangat cerdas ketika masih menduduki sekolah dasar, namun ia harus kehilangan bapaknya yang meninggal dunia pada 3 September 1950 karena terkena serangan jantung saat ia sedang shalat Isya. Tak lama setelah ayahnya meninggal, Ibunya kemudian menjual rumah dan kendaraannya dan pindah ke Bandung bersama Habibie, sepeninggal ayahnya, ibunya membanting tulang membiayai kehidupan anak-anaknya terutama Habibie, karena kemauan untuk belajar Habibie kemudian menuntut ilmu di Gouvernments Middlebare School. Di SMA, beliau mulai tampak menonjol prestasinya, terutama dalam pelajaran-pelajaran eksakta. Habibie menjadi sosok favorit di sekolahnya. Karena kecerdasannya, Setelah tamat SMA di bandung tahun 1954, beliau masuk di ITB (Institut Teknologi Bandung), Ia tidak sampai selesai disana karena beliau mendapatkan beasiswa dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan untuk melanjutkan kuliahnya di Jerman, karena mengingat pesan Bung Karno tentang pentingnya Dirgantara dan penerbangan bagi Indonesia maka ia memilih jurusan Teknik Penerbangan dengan spesialisasi Konstruksi pesawat terbang di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule (RWTH)Ketika sampai di Jerman, beliau sudah bertekad untuk sunguh-sungguh dirantau dan harus sukses, dengan mengingat jerih payah ibunya yang membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Beberapa tahun kemudian, pada tahun 1955 di Aachean, 99% mahasiswa Indonesia yang belajar di sana diberikan beasiswa penuh. Hanya beliaulah yang memiliki paspor hijau atau swasta dari pada teman-temannya yang lain Musim liburan bukan liburan bagi beliau justru kesempatan emas yang harus diisi dengan ujian dan mencari uang untuk membeli buku. Sehabis masa libur, semua kegiatan disampingkan kecuali belajar. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, mereka; lebih banyak menggunakan waktu liburan musim panas untuk bekerja, mencari pengalaman dan uang tanpa mengikuti ujian. Beliau mendapat gelar Diploma Ing, dari Technische Hochschule, Jerman tahun 1960 dengan predikat Cumlaude (Sempurna) dengan nilai rata-rata 9,5, Dengan gelar insinyur, beliau mendaftar diri untuk bekerja di Firma Talbot, sebuah industri kereta api Jerman. Pada saat itu Firma Talbot membutuhkan sebuah wagon yang bervolume besar untuk mengangkut barang-barang yang ringan tapi volumenya besar. Talbot membutuhkan 1000 wagon. Mendapat persoalan seperti itu, Habibie mencoba mengaplikasikan cara-cara kontruksi membuat sayap pesawat terbang yang ia terapkan pada wagon dan akhirnya berhasil. Setelah itu beliau kemudian melanjutkan studinya untuk gelar Doktor di Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean kemudian Habibie menikah pada tahun 1962 dengan Hasri Ainun Habibie yang kemudian diboyong ke Jerman, hidupnya makin keras, di pagi-pagi sekali Habibie terkadang harus berjalan kaki cepat ke tempat kerjanya yang jauh untuk menghemat kebutuhan hidupnya kemudian pulang pada malam hari dan belajar untuk kuliahnya, Istrinya Nyonya Hasri Ainun Habibie harus mengantri di tempat pencucian umum untuk mencuci baju untuk menhemat kebutuhan hidup keluarga. Pada tahun 1965 Habibie mendapatkan gelar Dr. Ingenieur dengan penilaian summa cumlaude (Sangat sempurna) dengan nilai rata-rata 10 dari Technische Hochschule Die Facultaet Fuer Maschinenwesen Aachean. Rumus yang di temukan oleh Habibie dinamai "Faktor Habibie" karena bisa menghitung keretakan atau krack propagation on random sampai ke atom-atom pesawat terbang sehingga ia di juluki sebagai "Mr. Crack". Pada tahun 1967, menjadi Profesor kehormatan (Guru Besar) pada Institut Teknologi Bandung. dari tempat yang sama tahun 1965. Kejeniusan dan prestasi inilah yang mengantarkan Habibie diakui lembaga internasional di antaranya, Gesselschaft fuer Luft und Raumfahrt (Lembaga Penerbangan dan Angkasa Luar) Jerman, The Royal Aeronautical Society London (Inggris), The Royal Swedish Academy of Engineering Sciences (Swedia), The Academie Nationale de l'Air et de l'Espace (Prancis) dan The USAcademy of Engineering (Amerika Serikat). Sementara itu penghargaan bergensi yang pernah diraih Habibie di antaranya, Edward Warner Award dan Award von Karman yang hampir setara dengan Hadiah Nobel. Di dalam negeri, Habibie mendapat penghargaan tertinggi dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Ganesha Praja Manggala Bhakti Kencana. Langkah-langkah Habibie banyak dikagumi, penuh kontroversi, banyak pengagum namun tak sedikit pula yang tak sependapat dengannya. Setiap kali, peraih penghargaan bergengsi Theodore van Karman Award, itu kembali dari “habitat”-nya Jerman, beliau selalu menjadi berita. Habibie hanya setahun kuliah di ITB Bandung, 10 tahun kuliah hingga meraih gelar doktor konstruksi pesawat terbang di Jerman dengan predikat Summa Cum laude. Lalu bekerja di industri pesawat terbang terkemuka MBB Gmbh Jerman, sebelum memenuhi panggilan Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia. Di Indonesia, Habibie 20 tahun menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT, memimpin 10 perusahaan BUMN Industri Strategis, dipilih MPR menjadi Wakil Presiden RI, dan disumpah oleh Ketua Mahkamah Agung menjadi Presiden RI menggantikan Soeharto menjadi Presiden Republik Indonesia ke 3. Soeharto menyerahkan jabatan presiden itu kepada Habibie berdasarkan Pasal 8 UUD 1945. Sampai akhirnya Habibie dipaksa pula lengser akibat refrendum Timor Timur yang memilih merdeka. Pidato Pertanggungjawabannya ditolak MPR RI. Beliau pun kembali menjadi warga negara biasa, kembali pula hijrah bermukim ke Jerman. Pada tanggal 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie, istri BJ Habibie, meninggal di Rumah Sakit Ludwig Maximilians Universitat, Klinikum, Muenchen, Jerman. Ia meninggal pada hari Sabtu pukul 17.30 waktu setempat atau 22.30 WIB. Kepastian meninggalnya Hasri Ainun dari kepastian Ali Mochtar Ngabalin, mantan anggota DPR yang ditunjuk menjadi wakil keluarga BJ Habibie. Ini menjadi duka yang amat mendalam bagi Mantan Presiden Habibie dan Rakyat Indonesia yang merasa kehilangan. Bagi Habibie, Ainun adalah segalanya. Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah segalanya, pengisi kasih dalam hidupnya. Namun setiap kisah mempunyai akhir, setiap mimpi mempunyai batas. Pada Awal desember 2012, sebuah film yang berjudul " Habibie dan Ainun " diluncurkan, film ini Mengangkat kisah nyata tentang romantisme kedua saat remaja hingga menjadi suami istri dan saat ajal memisahkan mereka. Film yang diambil dari buku terlaris karya BJ Habibie, Film ini di garap oleh dua sutradara yaitu Faozan Rizal dan Hanung Bramantyo, dengan pemeran Reza Rahardian sebagai Habibie dan Bunga Citra Lestari sebagai Ainun Habibie.
Sebagian Karya beliau dalam menghitung dan mendesain beberapa proyek pembuatan pesawat terbang : * VTOL ( Vertical Take Off & Landing ) Pesawat Angkut DO-31. * Pesawat Angkut Militer TRANSALL C-130. * Hansa Jet 320 ( Pesawat Eksekutif ). * Airbus A-300 ( untuk 300 penumpang ) * CN - 235 * N-250 * dan secara tidak langsung turut berpartisipasi dalam menghitung dan mendesain: · Helikopter BO-105. · Multi Role Combat Aircraft (MRCA). · Beberapa proyek rudal dan satelit. Sebagian Tanda Jasa/Kehormatannya : * 1976 - 1998 Direktur Utama PT. Industri Pesawat Terbang Nusantara/ IPTN. * 1978 - 1998 Menteri Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia. * Ketua Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi / BPPT * 1978 - 1998 Direktur Utama PT. PAL Indonesia (Persero). * 1978 - 1998 Ketua Otorita Pengembangan Daerah Industri Pulau Batam/ Opdip Batam. * 1980 - 1998 Ketua Tim Pengembangan Industri Pertahanan Keamanan (Keppres No. 40, 1980) * 1983 - 1998 Direktur Utama, PT Pindad (Persero). * 1988 - 1998 Wakil Ketua Dewan Pembina Industri Strategis. * 1989 - 1998 Ketua Badan Pengelola Industri Strategis/ BPIS. * 1990 - 1998 Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim se-lndonesia/lCMI. * 1993 Koordinator Presidium Harian, Dewan Pembina Golkar. * 10 Maret - 20 Mei 1998 Wakil Presiden Republik Indonesia * 21 Mei 1998 - Oktober 1999 Presiden Republik Indonesia Ok, sekian dulu postingan saya tentang " Biografi Lengkap B.J Habibie (Presiden Ketiga Republik Indonesia) " Mohon maaf bila ada kesalahan.Terima kasih, semoga bermanfaat. Referensi : http://kepustakaan-presiden.pnri.go.id http://www.e-smartschool.com/

Tahun 2032, Jumlah Penduduk Indonesia Tembus 300 Juta Jiwa

Sejumlah pakar kependudukan dan lingkungan hidup memperkirakan pada tahun 2032 mendatang akan mencapai 300 juta jiwa, dengan mayoritas di antaranya adalah kaum muda. Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Ekonomi dan Lingkungan Hidup Emil Salim di sela diskusi Population Dynamics and the Post-2015 Development Agenda, di Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/3) ,memperkirakan pada tahun 2030 jumlah penduduk Indonesia akan menjadi 295 juta jiwa, dan pada 2032 diprediksikan populasi Indonesia mencapai 300 juta jiwa, dengan dugaan munculnya 60 juta pendatang yang merupakan kaum muda. Emil Salim membacakan presentasi yang disusun oleh dirinya bersama sejumlah pakar lain yakni Evi Nurvidya Arifin, Sri Moertiningsih Adioetomo, Mubariq Ahmad, Prijono Tjiptoherijanto, Harry Heriawan Saleh, Riwanto Tirtosudarmo, Komaradjaja, dan Richard Makalew mengemukakan, terdapat tiga tren besar dalam demografi Indonesia pasca-2015 yakni berlanjutnya populasi dengan angka besar di mana mayoritas di antaranya orang muda, bertambahnya penuaan populasi, dan semakin kompeksnya mobilitas populasi. Untuk menjawab persoalan popolasi itu, menurut Emil Salim, tidak bisa hanya mengandalkan satu kebijakan umum yang diperuntukkan bagi seluruh provinsi di Indonesia. “Indonesia bukan hanya Jawa saja. Tidak ada satu kebijakan yang benar-benar cocok untuk seluruh daerah," ujar Emil. Oleh karena itu, lanjut mantan menteri di era Orde Baru itu, para pakar merekomendasikan sejumlah poin yang patut diperhitungkan untuk dilakukan sebagai Agenda Pembangunan Pasca-2015. Poin awal yakni merekayasa kependudukan, dengan cara melaksanakan perencanaan keluarga berencana dengan meyakinkan masyarakat bahwa tingkat kesuburan bisa dikontrol, dan memastikan selalu menggunakan metode kontrasepsi yang aman dan efektif. Selain itu mereka juga merekomendasikan pemberantasan kemiskinan serta memastikan kesehatan, pendidikan, meningkatkan pertumbuhan masyarakat urban dan bekerja, keamanan pangan dan nutrisi, kecukupan air dan energi efisien, menjaga keberlangsungan alam, mengantisipasi konflik serta menciptakan keterbukaan informasi pemerintahan. Peran Pemerintah Daerah Terkait rekayasa kependudukan, sebelumnya Plt. Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Soedibyo Alimoeso mengatakan pemerintah daerah berperan penting dalam upaya tersebut. Soedibyo mengatakan bahwa selama ini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengingatkan bahwa pengentasan masalah kemiskinan sebagai salah satu target MDGs 2015 bisa dicapai apabila masalah kependudukan bisa terselesaikan dengan baik. "Dibutuhkan komitmen kepala daerah untuk dapat mewujudkan keberhasilan rekayasa penduduk, guna mencapai keberhasilan MDGs 2015. Presiden sudah berkali-kali mengingatkan hal ini, tetapi masalahnya kadang ke bawahnya tidak berjalan," ujar dia. Soedibyo mengatakan saat ini jumlah penduduk seakan dianggap sebagai pemberian yang harus diterima begitu saja. Padahal, kependudukan harus direkayasa untuk mewujudkan kesejahteraan penduduk itu sendiri. Menurut Soedibyo, rekayasa penduduk atau yang dikenal dengan population dynamics dapat dilakukan dengan tiga cara yakni terkait kelahiran, kematian, dan migrasi. Pengaturan terhadap ke-tiga hal itu menurut dia, penting untuk diperhatikan. "Saat ini angka pertumbuhan penduduk stagnan 1,49 persen dari target 1,23 persen, ini masih `lampu merah`," kata Plt Kepala BKKBN itu. Meskipun demikian, lanjur Soedibyo, sejauh ini pemerintah telah menggalakkan kembali program kependudukan dan KB untuk pertumbuhan penduduk yang seimbang, meningkatkan usia harapan hidup, serta meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup dari setiap penduduk, khususnya perempuan dan remaja.(An/ES)

Mengenang Kejayaan Kelautan Maritim

Patung raksasa perwira TNI AL setinggi 31 meter berdiri megah di tepi laut sebelah barat dermaga Madura, Jawa Timur. Berpose menatap ke laut teduh, patung yang menghabiskan biaya Rp27 miliar itu menjadi simbol kejayaan maritim Indonesia. Itulah Monumen Jalesveva Jayamahe (Monjaya) yang dibangun 1990 silam pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Jalesveva Jayamahe yang berarti “di laut kita tetap jaya” menjadi penanda dan peningat bagi generasi saat ini hingga mendatang bahwa Indonesia adalah bangsa pelaut. Kisah sukses kejayaan maritim Indonesia tercatat di berbagai bukti sejarah mulai sejak Kerajaan Sriwijaya, Majapahit hingga pada masa perjuangan kemerdekaan. Siapa yang tak tahu cerita Patih Gadjah Mada yang menguasai Nusantara dengan sumpah palapanya. Semuanya dimulai dengan membangun armada laut yang tangguh. Kejayaan itu dilanjutkan pada perjuangan kemerdekaan. Kisah sukses armada perang AL saat merebut Irian Barat dari tangan Belanda lewat peperangan di samudera. Kejayaan maritim Indonesia terdokumentasi di Museum Monjaya. Sebuah catatan di antaranya menyebutkan, Indonesia saat itu memiliki kelengkapan alutsista seperti kapal selam yang dapat meluncurkan rudal, tank amfibi serta berbagai kecanggihan alat pertahanan pada masa itu. Kekuatan pertahanan RI serta kasus perebutan Irian Barat membuat negara-negara di dunia menyegani Indonesia. Dikisahkan kapal induk Inggris HMS Victorious pun harus bersiaga penuh saat melintasi selat Lombok. Kini setelah kemerdekaan berhasil direbut, kebesaran Indonesia di samudera tak lagi sejaya masa lampau. Berbagai persoalan seperti sengketa perbatasan atau pencurian ikan oleh nelayan asing kini sudah biasa bagi bangsa yang nenek moyangnya pelaut ini. “Memang kondisi seperti itu masih ada, pencurian ikan, sengketa perbatasan, tapi sudah berkurang,” ungkap Pemandu Dinas Potensi Maritim Angkatan Laut Surabaya, Siswondo di sela-sela lawatan sejarah puluhan siswa SMA DIY, Jateng dan Jatim yang dihelat Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Yogyakarta pekan lalu.(ali)

Gotong Royong Adalah Budaya Kita

Bergotong royong adalah satu kegiatan sosial yang sangat mulia tanpa pamrih untuk mencapai suatu tujuan bersama. Alhamdulilah gotong royong ini menjadi kebudayaan bangsa Indoneisa, rasanya belum lengkap kita hidup layaknya bangsa besar ini kalau hidup kita hanya beroreintasi dari sisi individu tanpa menganggap penting terhadap gotong royong. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Gotong royong merupakan suatu istilah asli Indonesia yang berarti bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu hasil yang didambakan. Katanya berasal dari gotong = bekerja, royong = bersama Bersama-sama dengan musyawarah, pantun, Pancasila, hukum adat, ketuhanan, dan kekeluargaan, gotong royong menjadi dasar Filsafat Indonesia seperti yang dikemukakan oleh M. Nasroen. Bisa kita bayangkan andaikata hidup tanpa bergotong royong sungguh kita tidak pernah mengcap satu sisi keindahan hidup ini. Coba nada kelluar negeri, seperti mesir, Arab saudi, mungkin anda akan melihat keadaan yang sungguh kontra dengan Indonesia, tanpa memperdulikan satu sama lain seperti satu keluarga. Ini bukan berarti tidak adakepedualian dalam hidup, tetapi lebih kepada suasana hidup dengan bergotong royong nikmat. Di Indonesia Gotong royong hampir dilakukan dalam setiap kegiatan, baik kegiatan dalam sisi kehidupan umum atau dalam ranah kekeluargaan. Contoh, anda bisa menjumpai gotong royong dirumah pesta, rumah tempat belangsung kawa, dll. Kerja sama ini bukan hanya dilakukan oleh sanak keluarga yang terkait saja, tetapi semuanya masyarakat dalam kampung tersebut ikut berbaur dalam kerja sama itu demi proses acara dan kegiatan bisa berlangsung dengan baik. Beberapa contoh gotong royong :(*_*):
Gotong royong membuat lapangan recket
Memindahkan Gubuk derita kecil Ini merupakan salah satu cermin yang membuat Indonesia bersatu dari sabang hingga merauke, walaupun berbeda agama, suku & warna kulit tapi kita tetap menjadi kesatuan yang kokoh. Inilah budaya bangsa yang membuat Indonesia di puja & puji oleh bangsa lain karena budayanya yang unik & penuh toleransi antar sesame manusia. Bukan hanya manusia, tetapi hewan pun bergotong royong, lihat saja semut yang kecil, tetapi makanan mana yang bisa di angkat dan dibawa. [uh]

Kekayaan Alam Dan Budaya Indonesia Yang Diakui Dunia

Kekayaan alam dan budaya Indonesia sungguh menakjubkan, ini dibuktikan dengan dikukuhkannya banyak dari budaya dan kekayaan Indonesia sebagai "world heritage" atau warisan dunia oleh UNESCO di diantaranya adalah: World Heritage of Culture Indonesia memiliki 3 objek dengan status “World Heritage of Culture”. Objek-objek tersebut antara lain adalah: 1. Candi Borobudur
Candi Borobudur mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan candi Buddha yang terletak di Magelang, Jawa Tengah. Candi ini didirikan oleh penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Candi yang bila dilihat dari atas membentuk struktur Mandala (lambang alam semesta dalam kosmologi Buddha) ini tidak memakai semen sama sekali dalam pembangunannya, melainkan dengan sistem interlock (seperti balok Lego yang bisa menempel tanpa lem). 2. Candi Prambanan
Candi Prambanan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tahun 1991. Merupakan kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia. Candi yang terletak 17 km dari pusat kota Yogyakarta ini dibangun di abad ke-10 pada masa pemerintahan dua raja, yakni Rakai Pikatan dan Rakai Balitung. Candi ini memiliki tiga candi utama di halaman utama, yakni Candi Wisnu, Brahma, dan Siwa. Ketiga candi tersebut merupakan lambang Trimurti dalam kepercayaan Hindu. 3. Situs Sangiran
Situs Sangiran diakui UNESCO pada tahun 1996. Merupakan sebuah situs arkeologi yang terletak di Jawa Tengah. Secara administratif terletak di kabupaten Sragen dan Karanganyar. Pada awalnya penelitian Sangiran adalah sebuah kubah yang dinamakan Kubah Sangiran. Puncak kubah ini kemudian terbuka melalui proses erosi sehingga membentuk depresi. Pada depresi itulah dapat ditemukan lapisan tanah yang mengandung informasi tentang kehidupan di masa lampau. Di situs ini, kita bisa menemukan banyak informasi soal sisa-sisa kehidupan masa lampau. Selain itu, terdapat informasi lengkap tentang sejarah kehidupan manusia purba dengan segala hal yang ada di sekelilingnya. Dari soal tempat hidup, pola kehidupannya, satwa yang hidup bersamanya sampai proses terjadinya bentang alam dalam kurun waktu tidak kurang dari 2 juta tahun yang lalu. World Heritage of Intangible Culture Di kategori ini, Indonesia memiliki 4 objek, yakni: 1. Wayang
Merupakan seni tradisional Indonesia yang terutama berkembang di Pulau Jawa dan Bali. Sunan Kali Jaga dan Raden Patah sangat berjasa dalam mengembangkan Wayang. Para Wali di Tanah Jawa sudah mengatur sedemikian rupa menjadi tiga bagian. Pertama Wayang Kulit di Jawa Timur, kedua Wayang Wong atau Wayang Orang di Jawa Tengah, dan ketiga Wayang Golek di Jawa Barat. Masing masing sangat bekaitan satu sama lain. Yaitu “Mana yang Isi (Wayang Wong) dan Mana yang Kulit (Wayang Kulit) harus dicari (Wayang Golek)”. Pertunjukan wayang telah diakui oleh UNESCO pada tanggal 7 November 2003, sebagai karya kebudayaan yang mengagumkan dalam bidang cerita narasi dan warisan yang indah dan sangat berharga (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). Saat ini, wayang tidak hanya sebatas wayang kulit dan wayang orang saja, ada juga e-wayang yang keseluruhan proses pembuatannya menggunakan sarana dan fasilitas digital. E-wayang dapat dilihat melalui website 2. Keris
Keris mendapatkan pengakuan UNESCO pada tahun 2005. Keris yang saat ini kita kenal adalah hasil proses evolusi yang panjang. Keris modern yang dikenal saat ini adalah belati penusuk yang unik dengan bermacam bentuk. Selain digunakan sebagai senjata, keris juga sering dianggap memiliki kekuatan supranatural. Senjata ini sering disebut-sebut dalam berbagai legenda tradisional, seperti keris Mpu Gandring dalam legenda Ken Arok dan Ken Dedes. 3. Batik
Batik diakui sebagai World Heritage oleh UNESCO pada tahun 2009. Untuk merayakannya, Indonesia menjadikan setiap tanggal 2 Oktober sebagai hari batik nasional. Batik Indonesia memiliki motif bermacam-macam tergantung pada daerahnya. 4. Angklung
Angklung direncanakan akan mendapatkan pengakuan dari UNESCO pada tanggal 18 November yang akan datang. Alat musik bambu yang dapat menghasilkan suara sangat indah ini gemanya sudah terkenal hingga ke mancanegara.
 

Blogger news

About